Kekuatannya Desain Ada di Detail

Nama Mira Prihatini mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan desainer interior, khususnya di DKI Jakarta. Pasalnya, wanita lulusan desainer interior Institut Teknologi Bandung ini, sudah menekuni pekerjaan di bidang desain sejak 1995. Karirnya dimulai dari PT Grahacipta Hadiprana, yang bergerak di bidang desain bangunan. Selama lebih dari 18 tahun bekerja di bidang tata ruang, puluhan proyek telah diselesaikannya dengan baik.

Baca juga : Jual Gense Jakarta

Dua puluh tujuh (27) proyek di antaranya ia kerjakan bersama Mira & Associates, perusahaan jasa desain interior yang didirikannya. Proyeknya beragam, mulai dari residensial, apartemen, perkantoran, hotel, serta bangunan komersial dan restoran. Untuk mengenal lebih dekat bagaimana wanita yang hobi menonton flm ini dalam mendesain sebuah karya, berkesempatan berbincang-bincang dengannya di salah satu kafe di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Berikut petikan wawancaranya.

Apa yang memicu Anda tertarik pada desain interior?

Dunia seni sudah akrab dengan saya sejak kecil. Mungkin karena saya lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang memiliki latar belakang seni. Kakek saya pelukis, sedangkan tante seorang arsitek. Karena itu, setelah lulus SMA dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, saya memutuskan mengambil Jurusan Desain Interior di ITB.

Sebagai seorang desainer, jenis properti apa yang Anda kerjakan?

Sebagian besar proyek saya adalah hunian, mulai dari hunian tapak (rumah tinggal), apartemen, maupun show unit. Namun, tidak sedikit pula mengerjakan jenis properti lain, seperti perkantoran (offce), hotel, serta bangunan komersial dan restoran.

Adakah perbedaan dalam mendesain rumah tinggal dibanding show unit?

Dalam mendesain showunit, biasanya owner tidak banyak terlibat, sehingga saya bisa lebih maksimal mengeksplorasi konsep dan ‘bermain-main’ dengan desainnya. Bahkan, tema dan isi showunit-nya pun ditentukan oleh saya sendiri (desainer). Bagi klien, yang penting show- unit tersebut terlihat menarik, mewah, dan biayanya masih sesuai dengan bujet mereka. Sedangkan ketika mendesain rumah tinggal, saya tidak bisa terlalu ego. Ada keinginan klien yang harus saya akomodasi dalam desain, seperti pemilihan material, furnitur, warna, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *