Mengenali Kelainan Ortopedi pada Anak

Warganet dihebohkan oleh penampakan kaki Rafathar, anak Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, beberapa waktu lalu. Dalam sebuah unggahan di media sosial, terlihat kedua lutut Rafathar saling bertemu saat sedang berdiri tegak. Sementara itu, kedua betisnya saling berjauhan sehingga seolah-olah membentuk huruf X. Menurut dokter spesialis bedah ortopedi, divisi ortopedi anak Rumah Sakit Pondok Indah, Faisal Miraj, kelainan ortopedi pada anak dipengaruhi oleh dua faktor.

Hal ini adalah adanya mutasi gen pada proses pembentukan anak yang disebabkan oleh bawaan, dan didukung oleh ragam kebiasaan-kebiasaan yang semakin memperburuk kondisi. “Sebab itu diperlukan kesadaran dan kecermatan orang tua untuk memperhatikan tanda-tanda kelainan ortopedi pada anak sedari dini,” kata dia, kemarin.

Adapun kebiasaan-kebiasaan keliru tersebut adalah membedong bayi, yang justru dapat menimbulkan deformitas atau dislokasi panggul, memaksa anak menggunakan baby walker saat bayi berusia kurang dari setahun, dan membiarkan anak duduk dengan sikap W.“Tulang kering akan berputar ke dalam sehingga menyebabkan kaki menghadap ke dalam. Kebiasaan tidur tengkurap dengan kaki menghadap luar juga akan membuat kaki menghadap ke luar,” kata dia. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada data mengenai jumlah anak penderita kelainan ortopedi secara spesifik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *