Emas Olimpiade

TONTOWI Ahmad/Liliyana Natsir menorehkan sejarah dengan meraih medali emas dari cabang bulu tangkis ganda campuran pada Olimpiade Rio de Janeiro, Agustus lalu. Mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chang Peng Soon/Goh Liu Ying, lewat pertarungan mendebarkan. Inilah satu-satunya medali emas yang didapatkan Indonesia di Brasil.

Sebelum Rio 2016, Indonesia terakhir meraih medali emas pada Olimpiade Beijing 2008, lewat ganda putra Hendra Setiawan/Markis Kido. Sayangnya, “tradisi” emas yang berlangsung sejak Olimpiade Barcelona 1992 itu sempat terhenti pada Olimpiade 2012. Hendra kembali tampil di Rio.

Berpasangan dengan Mohammad Ahsan, ia sempat digadang-gadang bakal menyumbangkan medali emas. Tapi mereka tersingkir di babak penyisihan grup. Tontowi/Liliyana, yang tak diunggulkan, malah menjadi juara. Mereka tak pernah kehilangan satu set pun sejak babak penyisihan grup.

Perolehan medali emas itu diganjar setimpal. Tontowi/Liliyana mendapat masing-masing Rp 5 miliar dari pemerintah. Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia juga memberi bonus Rp 2 miliar untuk keduanya. Seusai Olimpiade, Tontowi/Liliyana meraih dua gelar juara lagi, yakni di Superseries Cina dan Hong Kong, sepanjang November lalu. Padahal pasangan ini sempat bakal bubar karena Liliyana—biasa disapa Butet— berencana gantung raket.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *