18 Tahun Mencari Keadilan

Sepuluh tahun satu bulan lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyerahkan hasil penyelidikan kasus penghilangan orang se cara paksa pada 1997-1998 kepada Kejaksaan Agung. Berkas itu memuat peristiwa 13 aktivis prodemokrasi, termasuk penyair Wiji Thukul, yang dihilangkan dan sampai kini tak diketahui nasibnya. Selama itu pula berkas penyelidikan bolak-balik an tara Kejaksaan Agung dan Komnas HAM.

”Kami sam pai lupa berapa kali berkas itu dikembalikan Kejaksaan,” kata pelaksana tugas Wakil Ketua Komnas HAM, Roicha tul Aswidah, Rabu pekan lalu. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 memberikan wewenang penyelidikan kepada Komnas HAM, sedang kan penyidikan oleh Kejaksaan Agung. Dua lembaga ini punya tafsir sendiri tentang pengadilan hak asasi manu sia ad hoc. Walhasil, Selasa tiga pekan lalu, Kejaksaan me mutuskan memprioritaskan penyelesaian kasus pembu nuhan aktivis di Papua pada 2001 dan 2003. Nasib Wiji Thukul kian misterius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *