Peran Ponsel Satelit Penting Saat Tragedi AirAsia

Bulan lalu, kita disibukkan oleh kabar duka nasional, jatuhnya pesawat AirAsia. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung. Di tengah laut luas, bagaimana para kru berkomunikasi? Di tengah laut, tentu saja tak ada sinyal telepon seluler. Bahkan, jangankan di tengah laut, agak ke pinggiran kota sedikit atau di tengah kota yang padat, sinyal seluler sudah menghilang. Maka diperlukan keberadaan telekomunikasi satelit.

 

Peran Ponsel Satelit Penting Saat Tragedi AirAsia

Ponselnya juga khusus, hanya bisa menerima sinyal satelit. Ada beberapa operator telepon satelit di Indonesia, seperti Byru, Aces, dan juga operator asal luar negeri seperti Inmarsat dan Thuraya. SINYAL sempat menemui pemilik toko CnC, toko ponsel satelit satusatunya di antara ribuan toko di ITC Roxy Mas. Berlokasi di lantai dasar no 99A , toko CnC Phone Shop ini merupakan pemain lama. Sudah 10 tahun mereka melayani penjualan ponsel satelit dan segala kebutuhannya seperti baterai, sparepart, hingga pulsa operator satelit. Mereka berjualan secara dari mulut ke mulut, termasuk juga di forum besar seperti Kaskus. “Ramai juga yang nyari karena kita khusus ya jualannya,” ujar Iin penjaga toko. Ada beberapa tipe yang menjadi stok mereka, seperti Aces, Thuraya dan termasuk juga ponsel lama seperti Ericcson. “Banyak juga sih yang cari ponsel untuk operator satelir Byru karena sudah lama beroperasi di Indonesia, tapi yang paling banyak sih tetap operator Thuraya.

Sinyal satelit Thuraya lebih bagus mencakup seluruh dunia, sedangkan Byru hanya menjangkau Asia Pasifik saja,” lanjut Iin. Saat ini, toko CnC punya stok ponsel Thuraya XT seharga Rp13,5 juta, kondisi baru. Kalau harga bekasnya Rp11 juta kondisi bagus dan siap pakai. Barang yang dipajang di etalase hanya contoh, karena memang disediakan untuk dicoba-coba oleh calon pembeli. “Kalau jadi beli, yang baru masih ada di kardus’” tutur Iin. Yang menarik, ternyata iPhone bisa dipakai sebagai ponsel satelit dengan perangkat khusus Thuraya Docking. Berbentuk seperti baterai gendong yang besar plus antena satelit, iPhone 5/5S/5C langsung bisa dipakai sebagai telepon satelit. “Nomornya sudah tersimpan di docking tersebut, harganya Rp11 juta sudah termasuk nomor,” lanjutnya. Mengingat pentingnya kebutuhan komunikasi di saat darurat yang bisa dihubungi di belahan mana pun di bumi, maka harap maklum akan mahalnya biaya telepon. Bayangkan, pulsa telepon operator Thuraya selama 50 menit adalah Rp750 ribu, sedangkan operator Inmarsat mematok tarif Rp1,5 juta untuk percakapan selama 100 menit.

Menurut Iin, mereka biasa mengirimkan pulsa telepon satelit elektrik di mana pun pengguna berada. “Pembeli tinggal telepon mau diisi pulsa berapa, transfer bank, lalu kita isikan secara elektrik,” papar Iin lebih jauh. Mengingat luasnya jangkauan pengguna telepon satelit, semua pulsa telepon satelit memang hanya tersedia secara elektrik. Banyak operator satelit yang bisa mereka sediakan pulsanya, seperti Byru, Aces, Inmarsat dan Thuraya. Beberapa saat lalu, pihak KNKT juga mengisi pulsa dan membeli baterai cadangan di toko ini. Menurut Ojan, penjaga toko, orang KNKT ini mengisi pulsa dan mengganti baterai senilai Rp3 juta. “Kalau ponsel satelit mah memang boros banget baterainya. Bisa perlu 5-6 baterai. Apalagi di tengah laut gitu kan sulit mau mengisi ulang baterai,” tutur Ojan. Bicara servis ponsel satelit, tentu saja tak semudah ponsel biasa. Tapi pihak toko bersedia membantu menghubungkan ke tempat servis bisa melayani plus memberikan informasi spare part yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *