Monthly Archives: February 2021

DKI Jakarta Batal Naikkan Bonus bag2

Dalam peraturan gubernur itu disebutkan, atlet peraih medali emas mendapat Rp 300 juta, perak Rp 150 juta, dan perunggu Rp 90 juta. Para atlet peraih medali juga mendapat kesempatan untuk menjadi pegawai negeri, baik di DKI maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sedangkan atlet DKI yang tidak mendapat medali akan menerima Rp 7,5 juta.

Ratiyono mengatakan atlet Asian Games sudah menerima bonus dari pemerintah pusat. Menurut dia, apresiasi negara terhadap atlet itu lebih besar dari negara Asia lainnya. Dia mencontohkan Malaysia yang memberi bonus lebih kecil dan Jepang bahkan tidak memberi bonus sama sekali karena menilai sudah kewajiban atlet mengharumkan nama bangsa. “Jadi sebagai gambaran bahwa di Indonesia sudah cukup bijak,” katanya.

Baca disini Autotrade Gold

Setop Memanjakan Si Kecil

Naluri kita sebagai orang- tua adalah merawat, membesarkan, dan me- lindungi anak. Membuat anak selalu senang salah satunya. Ya, setiap orangtua pastinya ingin anaknya bahagia dan senang selalu. Maka lumrah pada waktu kita sering membahagiakan anak de ngan membelikannya sesuatu, cepat menolongnya pada saat ia tak sanggup mengerjakan sesuatu, mengajaknya jalan-jalan, atau sekadar mengiakan semua hal yang ia butuhkan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Apalagi jika Mama Papa bekerja, yang otomatis membuat waktu bersama anak tak banyak. Dalam benak kita, tentu pada saat bersama anak, kita tidak ingin ada rengekan tangisan si kecil hanya disebabkan kita tidak menuruti keinginannya. We don’t want to ruin the fun! Kita tak ingin merusak kesenangan anak kan? Satu lagi, rasanya menuruti keinginan anak le bih mudah daripada berkata tidak. Semua alasan itu memang bisa dimaklumi, tetapi justru hal itu akan berdampak besar pada perkembang an anak ke depannya! Sadar atau tidak sadar, Mama Papa telah memanjakan si anak.

BERI KESEMPATAN Satu yang perlu kita ingat, tugas utama orangtua adalah mempersiapkan anak menghadapi dunia nyata. Dalam dunia nyata, tidak semua keinginan kita bisa terpenuhi. Meng ajari anak menghadapi kenyataan bahwa tak semua keingin annya terwujud bisa dimulai dari rumah, dengan tidak mengiakan secara langsung yang ia minta, dan bahwa semua ada prosesnya. Terlalu memanjakan anak memang akan terjadi pengaruh besar pada bagaimana anak tumbuh dewasa. Ini akan tampak pada perilaku keseharian anak.

Anak yang suka dimanjakan akan sangat bergantung kepada orangtua. Sebuah penelitian menunjukkan, orang dewasa muda yang sering dimanja pada masa kecilnya cenderung percaya jika “sendirian itu tidak bahagia.” Mereka menganggap sumber kebahagiaan dirinya adalah orang lain, bukan dirinya sendiri. Ini menunjukkan ketergantungan mereka pada kehadiran orang lain. Anak yang terlalu dimanja juga pada umumny akan kurang belajar mengenai bertanggung jawab.

Ia sulit memahami sampai mana batasan pada dirinya, dan cenderung melakukan semua hal habis-habisan. Ditambah dengan fakta, ada orangtua yang akan mengambil alih tanggung jawab anak. Alih-alih mengerjakan segala sesuatunya sendiri, si prasekolah malah terpola bahwa pada saat satu pekerjaan sulit ia lakukan, ia tinggal memanggil mamanya untuk minta dikerjakan karena ia tahu dan yakin, si mama pasti mau membantunya.

Proses Uji Materi Pasal Perkawinan Mandek Bag3

Misalnya di Sulawesi Barat, sebagian anak perempuan menikah dalam usia di bawah 19 tahun. Bahkan ia mengaku menemukan ada anak perempuan yang menikah di usia 12-13 tahun. Menurut Sitti, perkawinan anak di bawah umur sangat berisiko terhadap kesehatan, khususnya bagi perempuan. Ia mengatakan tingginya risiko kematian pada perempuan yang hamil di usia belasan tahun. Dampak lain adalah pola pengasuhan bagi anak yang dilahirkan. Ia menilai kualitas anak akan menurun apabila mendapat pengasuhan oleh orang tua muda.

“Karena mereka dalam kondisi tidak siap memegang tanggung jawab besar,” kata dia. Adapun juru bicara Mahkamah Konstitusi, Fajar Laksono, memastikan perkara pengujian Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan tetap berlanjut. “Semua perkara yang sudah diregistrasi, apalagi sudah sidang, pasti berlanjut,” kata dia. Meski begitu, Fajar menambahkan, ihwal lamanya proses pemeriksaan perkara tersebut bergantung pada bobot isu konstitusionalitasnya di hadapan hakim konstitusi.

Bentuk Dukungan Penting Papa

Terkadang Mama juga akan mendapat keluhan gusi berdarah, kaki yang kram saat bangun tidur, hingga berat badan yang mulai naik secara signifikan. Perubahan-perubahan tersebut kadang membuat Mama risau dan mengeluhkannya pada Papa. Mohon Papa mendengarkan keluh an tersebut dengan sabar, ya.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Alih-alih menjauh dari Mama, berikan pada mama rasa aman dengan mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan dan tetap menunjukkan rasa akan ketertarikan pada Mama. Umpama, “Tenang saja, Ma, ini terjadi dikarenakan kehamilan kamu. Di mata Papa, Mama tetaplah menarik karena kamu itu ibunya anakku.” Kalimat-kalimat seperti ini, selain menenangkan Mama, juga akan menguatkan hubungan pernikahan di antara kedua pasangan. Sebaliknya, Mama sendiri juga perlu mawas diri. Jangan sampai keadaan dari kehamilan dijadikan alasan untuk membenarkan sikap untuk terlalu sering mengeluh.

Menyampaikan perasaan atau kondisi yang dialami selama hamil dengan jujur pada pasangan itu perlu, namun Mama juga perlu mengatur emosi agar relasi suami istri tetap dapat berjalan harmonis. Jika Mama tidak menyadari dari sikapnya yang terlalu banyak mengeluh, Papa dapat menyampaikannya pada Mama. Misalnya dengan kalimat, “Papa tahu Mama saat ini mengalami kesulitan dengan adanya kehamilan ini, Papa akan berusaha untuk membuat Mama menjadi merasa lebih nyaman. Tapi tolong bantu Papa juga dengan menyamankan diri Mama sendiri dan tidak terlalu banyak mengeluh.”

KEDUA: MEMBEKALI DIRI DENGAN INFORMASI SEPUTAR KEHAMILAN DAN PERSALINAN Memahami apa yang terjadi pada diri Mama dan calon buah hati selama 9 bulan kehamilan, juga apa yang akan dihadapi saat persalinan, akan membuat Papa lebih bisa mendukung Mama. Jika Mama curhat mengenai keluhan kehamilannya, maka dengan pengetahuan yang dimiliki, Papa pun bisa mengetahui apakah keluhan tersebut normal atau justru perlu diwaspadai.

 

Misalnya saja, bila Mama mengalami perdarahan, tentu saja harus segera berkonsultasidengan dokter obgin. Akan lebih baik lagi bila Papa ikut menjalin hubungan baik dengan dokter obginnya. Jika ada kondisi yang menimbulkan kecemasan dan perlu jawaban segera, Papa bisa langsung menghubungi dokter obgin melalui telepon meski di luar jam praktik. Ketika sedang dilanda kecemasan, pada umumnya Mama akan merasa panik dan tidak dapat berpikir, di situlah peran seorang Papa dibutuhkan untuk mengambil tindakan sekaligus membuat tenang Mama.

Sumber : pascal-edu.com

penyebab sariawan di lidah

Apakah Penyebab Sariawan di Lidah?

Sariawan atau dalam dunia medis dikenal dengan nama stomatitis merupakan kondisi inflamasi (peradangan) yang bisa terjadi di bagian mana saja dari rongga mulut.

Sariawan bisa terjadi pada bagian gusi, bagian pipi dalam, maupun di lidah. Salah satu yang sering terjadi adalah sariawan di lidah. Walau tidak terlalu berbahaya, namun kondisi ini akan sangat mengganggu karena anda akan merasa sakit akibat adanya luka pada lidah anda. Situasi ini akan membuat anda kesulitan makan maupun ketidaknyamanan ketika berbicara. Agar tidak semakin parah, kondisi ini harus segera dicari penyebab dan cara pengobatannya.

Apa Penyebab Sariawan di Lidah?

Ketika anda mengalami sariawan di lidah, gejala yang paling mudah dirasakan adalah adanya rasa sakit dan tidak nyaman pada lidah sehingga anda akan kesakitan ketika makan, berbicara, maupun sikat gigi.

Baca Juga: Mau Nikah Niatmu Jangan Kendor

Untuk memastikan apakah anda terkena sariawan di lidah, maka julurkan lidah anda di depan cermin. Jika anda melihat adanya luka berbentuk bulat atau oval dengan warna dasar putih atau kekuningan, maka dapat dipastikan anda mengalami sariawan di lidah.

Lalu apa sebenarnya penyebab sariawan di lidah? Untuk mendapatkan jawabannya, ikuti penjelasan di bawah ini

1.Cedera mulut

Salah satu faktor penyebab sariawan di lidah adalah cedera mulut. Cedera di mulut terkadang menimbulkan luka yang bisa berkembang menjadi sariawan di lidah. Cedera mulut bisa terjadi ketika tidak sengaja lidah tergigit ketika bicara atau makan, menyikat gigi terlalu keras, atau secara tidak sengaja terkena duri ikan yang kita makan.

2.Alergi

Begitu banyak bakteri yang ada di rongga mulut kita, baik itu bakteri baik maupun bakteri jahat. Respon tiap orang berbeda-beda dalam menyikapi keberadaan bakteri tersebut. Sariawan bisa terjadi pada seseorang yang memberikan respon berlebihan terhadap bakteri tersebut.

3.Infeksi jamur

Penyebab sariawan di lidah lainnya adalah karena adanya infeksi jamur, salah satunya adalah candida calbicana. Infeksi ini ditandai dengan adanya lapisan putih atau bercak putih pada lidah anda. Jamur candida calbanica ini sebenarnya sudah ada di mulut tetapi jumlahnya sangat kecil. Tetapi karena kebersihan mulut yang buruk yang menyebabkan pertumbuhan populasi jamur tidak terkendali sehingga mengakibatkan infeksi jamur pada mulut manusia.

4.Sensitif terhadap pasta gigi

Sariawan di lidah bisa terjadi juga akibat penggunaan pasta gigi yang mengandung Sodium Lauryl Suphate (SLS). SLS merupakan bahan penghasil busa yang ada pada hampir semua produk pasta gigi. Menurut penjelasan pakar kesehatan gigi, SLS hanya boleh digunakan dengan kadar kurang dari 0,0001 dalam pasta gigi. Jadi penting untuk diusahakan memakai pasta gigi yang tidak mengandung SLS agar terhindar dari risiko sariawan di lidah.

5.Alergi terhadap makanan tertentu

Penyebab sariawan di lidah berikutnya adalah akibat mengkonsumsi makanan tertentu. Makanan yang seringkali memicu sariawan adalah makanan dan minuman pedas. Selain itu mengkonsumsi makanan manis-manis yang bisa menempel di rongga mulut seperti coklat, permen, kopi, keju dan jarang dibersihkan, hal ini bisa mengakibatkan berkembangnya kuman penyebab sariawan.

Mau Nikah? Niatmu Jangan Kendor Karena Hal Ini

Karena dalam mempersiapkan pernikahan tentu kamu dan pasangan akan cenderung menghabiskan waktu bersama lebih banyak contohnya seperti memilih catering untuk nikahan.

Dari sinilah mulai terlihat sifat- sifat buruk yang tak pernah kamu lihat sebelumnya. Apalagi jika kamu dan pasangan sebelumnya tidak banyak menghabiskan waktu bersama atau bahkan  Long Distance Relationship (LDR).

Hal yang perlu kamu lakukan adalah, tanamkan pada dirimu bahwa setiap orang di dunia ini pasti memiliki kekurangan, termasuk dirimu. Cobalah berpikir mungkin saja pasanganmu tahu kekuranganmu tetapi lebih memilih untuk menerima kekurangan tersebut. Jadikan kelebihan yang kamu miliki mampu melengkapi kekurangan yang pasanganmu miliki.

Godaan menjelang pernikahan yang satu ini makin memperburuk suasana. Sepertinya semesta tak henti- hentinya memberikan godaan menjelang pernikahan. Beberapa kasus, pernikahan batal karena adanya orang baru yang mendekatimu. Apalagi jika yang mendekatimu terlihat memiliki banyak kelebihan dibanding pasanganmu.

Yang harus kamu lakukan adalah mengingat kebaikan pasanganmu, mengingat berapa banyak cobaan dalam hubungan yang datang dan kalian tetap bisa melalui hal itu bersama. Ingatlah pasangan yang akan menikah denganmu adalah orang yang menemanimu saat kamu dalam keadaan terpuruk sekalipun.

Sesuatu yang baru memang terkesan lebih menarik, tetapi apa yang sudah kamu miliki lebih berharga.

Keuangan yang Terkuras

Ini adalah hal paling realistis yang dapat terjadi. Dalam mempersiapkan pernikahan tentunya keuangan menjadi salah satu hal utama yang perlu dipersiapkan dan banyak dikeluarkan seperti pengeluaran untuk catering nikahan.

Jika di tengah jalan salah satu pasangan mulai merasa keuangan yang ia miliki sangat tidak stabil dan terdapat kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi, bukan tidak mungkin rencana pernikahan akan tertunda dan kasus terburuknya adalah batal.

Untuk hal ini, kamu perlu mempersiapkan segalanya dengan matang sebelum merencanakan pernikahan. Pastikan pembagian porsi biaya pernikahan antara kamu dan pasangan. Dan yakinlah bahwa Tuhan akan memberikan rezeki kepada siapapun yang berada di jalan kebaikan, salah satunya adalah menikah.

Keluarga yang Tidak Kompak

Menyatukan dua kepala saja bukanlah hal mudah. Pernikahan bukan hanya menyatukan antara satu laki- laki dan satu perempuan. Tetapi, pernikahan juga menyatukan antara dua keluarga yang bahkan bisa jadi tak mengenal satu sama lain. Bukan tidak mungkin perbedaan pendapat antara keluarga akan terjadi.

Apalagi, jika keluarga kamu dan pasangan memiliki latar belakang yang berbeda. Godaan menjelang pernikahan yang satu ini biasanya terjadi karena latar belakang suku yang banyak menimbulkan perbedaan pendapat. Karena di masing- masing suku memiliki adat istiadat tersendiri, apalagi untuk pernikahan sudah pasti memiliki banyak perbedaan antara satu suku dengan suku yang lainya.

Yang harus kamu dan pasangan lakukan adalah eratkan kekompakan kalian berdua dan jadilah penengah diantara keluarga. Jika memiliki perbedaan adat pernikahan, diskusikan di bagian mana menggunakan adat mu dan di bagian mana menggunakan adat pasanganmu. Yakinkan keluarga bahwa hal tersebut adalah terbaik yang bisa dilakukan demi menghormati adat istiadat dari suku masing- masing.

Tetapi jangan sampai kamu menyakiti perasaan dari pihak keluarga pasanganmu, selisih paham memang mungkin akan terus terjadi. Tetapi jangan sampai kamu mengeluarkan perkataan yang dapat menyakiti hati pasanganmu hingga hati keluargamu.