Bentuk Dukungan Penting Papa

Terkadang Mama juga akan mendapat keluhan gusi berdarah, kaki yang kram saat bangun tidur, hingga berat badan yang mulai naik secara signifikan. Perubahan-perubahan tersebut kadang membuat Mama risau dan mengeluhkannya pada Papa. Mohon Papa mendengarkan keluh an tersebut dengan sabar, ya.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Alih-alih menjauh dari Mama, berikan pada mama rasa aman dengan mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan dan tetap menunjukkan rasa akan ketertarikan pada Mama. Umpama, “Tenang saja, Ma, ini terjadi dikarenakan kehamilan kamu. Di mata Papa, Mama tetaplah menarik karena kamu itu ibunya anakku.” Kalimat-kalimat seperti ini, selain menenangkan Mama, juga akan menguatkan hubungan pernikahan di antara kedua pasangan. Sebaliknya, Mama sendiri juga perlu mawas diri. Jangan sampai keadaan dari kehamilan dijadikan alasan untuk membenarkan sikap untuk terlalu sering mengeluh.

Menyampaikan perasaan atau kondisi yang dialami selama hamil dengan jujur pada pasangan itu perlu, namun Mama juga perlu mengatur emosi agar relasi suami istri tetap dapat berjalan harmonis. Jika Mama tidak menyadari dari sikapnya yang terlalu banyak mengeluh, Papa dapat menyampaikannya pada Mama. Misalnya dengan kalimat, “Papa tahu Mama saat ini mengalami kesulitan dengan adanya kehamilan ini, Papa akan berusaha untuk membuat Mama menjadi merasa lebih nyaman. Tapi tolong bantu Papa juga dengan menyamankan diri Mama sendiri dan tidak terlalu banyak mengeluh.”

KEDUA: MEMBEKALI DIRI DENGAN INFORMASI SEPUTAR KEHAMILAN DAN PERSALINAN Memahami apa yang terjadi pada diri Mama dan calon buah hati selama 9 bulan kehamilan, juga apa yang akan dihadapi saat persalinan, akan membuat Papa lebih bisa mendukung Mama. Jika Mama curhat mengenai keluhan kehamilannya, maka dengan pengetahuan yang dimiliki, Papa pun bisa mengetahui apakah keluhan tersebut normal atau justru perlu diwaspadai.

 

Misalnya saja, bila Mama mengalami perdarahan, tentu saja harus segera berkonsultasidengan dokter obgin. Akan lebih baik lagi bila Papa ikut menjalin hubungan baik dengan dokter obginnya. Jika ada kondisi yang menimbulkan kecemasan dan perlu jawaban segera, Papa bisa langsung menghubungi dokter obgin melalui telepon meski di luar jam praktik. Ketika sedang dilanda kecemasan, pada umumnya Mama akan merasa panik dan tidak dapat berpikir, di situlah peran seorang Papa dibutuhkan untuk mengambil tindakan sekaligus membuat tenang Mama.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *