Muncul Varises Bag2

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan dokter adalah kondisi Varises yang dialami oleh mamil. Varises yang ringan antara lain ditandai oleh Vena kecil dan tidak terlalu lebar, masih memungkinkan mamil untuk melahirkan secara normal. Selain itu, selama tidak dilakukan tindakan manipulasi apa pun terhadap Varises pada Vagina, maka risiko terjadinya perdarahan akibat robekan Varises bisa dibilang minim.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Lain halnya bila kondisi Varises di Vagina tergolong berat dan mamil memiliki sejumlah risiko perdarahan, dianjurkan melahirkan secara sesar untuk melindungi keselamatan mamil dan janin. Risiko perdarahan hebat bisa muncul manakala varises di vagina pecah saat proses persalinan normal, akibat adanya robekan jalan lahir yang ikut merobek varises. SEMBUHNYA BAGAIMANA?

Kalau soal kesembuhannya, juga tak perlu dikhawatirkan. Karena disebabkan oleh perubahan hormon semasa kehamilan, umumnya varises yang ringan akan hilang sendiri setelah Mama melahirkan. Jadi, Mama tidak perlu mencari pengobatan atau terapi khusus untuk mengatasinya.

Namun, jika varises pada vagina tidak juga menghilang beberapa minggu setelah persalinan, Mama dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular untuk membahas kemungkinan terapi definitif pasca melahirkan. Ada beberapa pilihan yang akan diterangkan oleh dokter, dari injeksi bahan kimia, pembedahan, radioterapi, ataupun terapi laser. Langkah penanganan terbaik akan bergantung pada tingkat keparahan varises dan kondisi kesehatan Mama secara keseluruhan.

FAKTOR RISIKO 0eski Yarises dianggap normal, termasuk yang timbul di area Yagina, tidak semua mamil mengalaminya. Ada beberapa faktor yang turut memperbesar risiko seorang mamil mengalami Yarises, yaitu • Faktor keturunan -ika orangtua atau keluarga dekat pernah mengalami Yarises, kita pun memiliki peluang lebih besar untuk mengalaminya.

  • Kegemukan Berat badan berlebih membuat tekanan pada Yena bertambah, sehingga pembuluh darah harus bekerja keras mendorong darah ke jantung. Tekanan yang besar juga dapat memperlemah atau merusak katup pada Yena, sehingga terjadilah arus balik darah. • Usia (lastisitas Yena akan berkurang seiring pertambahan usia khususnya pada perempuan di atas 40 tahun. Hal ini turut memengaruhi kinerja katup, membuatnya semakin melemah atau mudah rusak. Akibatnya, darah akan melawan arus dan mengendap di dalam Yena.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *