Gara-Gara Pabrik Eks Cina Bag9

Namun, menurut Iip Budiman, kendala yang dihadapi Wajatama lebih pada pemenuhan bahan baku. Adapun menurut seorang pengusaha baja yang memiliki pabrik peleburan berteknologi electric arch furnace asal Jakarta, para pengusaha yang menggunakan teknologi induction furnace juga banyak yang tak membayar pajak. Akibatnya, selisih harga jual produk baja banci bisa lebih rendah hingga 20 persen. Angka ini terbilang besar dan sulit dipenuhi pengusaha lain. ”Mereka bisa jual dengan harga murah selain kualitasnya rendah karena tak membayar pajak pertambahan nilai.”

IISIA pernah melakukan kajian, dari 15 juta konsumsi baja nasional per tahun, diperkirakan sekitar 60 persennya dikuasai baja induction furnace. ”Ini pajak yang lari luar biasa besar,” ujar pengusaha yang enggan disebutkan namanya itu. Para pengusaha jelas gerah dengan praktik lancung ini. ”Bayangkan saja, sudah mutu produk rendah, tidak bayar pajak, proses produksinya juga membahayakan lingkungan.”

Jika dibandingkan dengan pabrik lain, kata dia, rata-rata pabrik peleburan induction furnace berada di lahan terbuka dan tidak punya fasilitas pembuangan debu. Dia meminta pemerintah segera menerbitkan aturan dan melakukan tindakan tegas. ”Ini soal keadilan. Masak, kami yang menjalankan usaha secara benar malah tidak mampu bersaing?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *