Ditjen Pajak Akan Investigasi Google

Direktorat Jenderal Pajak akan menginvestigasi pajak perusahaan teknologi informasi asal Amerika Serikat, Google. Sebab, perusahaan induk Google Indonesia, yakni Google Singapura, mengembalikan surat perintah pemeriksaan dan menolak diperiksa petugas pajak. Pengembalian surat kepada Ditjen Pajak terjadi bulan lalu. ”Penolakan pemeriksaan ini sudah pasti mengindikasikan tindak pidana,” kata Kepala Kantor Pajak Khusus Wilayah DKI Jakarta Muhammad Hanif di kantornya, Kamis pekan lalu. Ditjen Pajak akhirnya meningkatkan status pemeriksaan pajak Google menjadi pemeriksaan bukti permulaan.

”Kami segera menginvestigasi.” Pemeriksaan pajak Google Indonesia dimulai sejak April lalu. Ditjen Pajak menemukan Google tak menyetorkan pajak padahal mereka memperoleh pendapatan besar di Indonesia. Menurut Hanif, Google tak membayar pajak karena status hukum usaha perusahaan bukan berupa bentuk usaha tetap, melainkan kantor perwakilan. Berdasarkan hitung-hitungan Ditjen Pajak, potensi pajak Google bisa mencapai Rp 2,4 triliun. Saat pemeriksaan dimulai, kata Hanif, Google sempat menunjukkan iktikad baik dengan beberapa kali mendatangi kantor pajak dan menanyakan jumlah pajak yang harus dibayar. ”Tapi, bulan lalu, surat kami dikembalikan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *