Akar Radikalisme Di Indonesia

Ivan Armadi Hasugian mengaku menjadi simpatisan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah berselancar di warung Internet milik kakaknya. Remaja 17 tahun ini menjadi tersangka percobaan pengeboman saat kebaktian di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan, pada 28 Agustus 2016. Polisi belum menemukan fakta bahwa Ivan bagian dari kelompok teroris yang selama ini diincar dan dicegah mengebom tempat-tempat publik. Ivan menjadi pelaku pertama pengeboman yang tak berafliasi dengan kelompok teroris. Ia bisa menjadi semacam ekor radikalisme berlatar agama yang selalu merongrong Indonesia, seperti dilaporkan Tempo edisi 25 April 1981. Dalam laporan ”Komando Jihad Sudah Selesai”, Panglima Komando Operasi Pemulihan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *