Category Archives: Parenting

Setop Memanjakan Si Kecil

Naluri kita sebagai orang- tua adalah merawat, membesarkan, dan me- lindungi anak. Membuat anak selalu senang salah satunya. Ya, setiap orangtua pastinya ingin anaknya bahagia dan senang selalu. Maka lumrah pada waktu kita sering membahagiakan anak de ngan membelikannya sesuatu, cepat menolongnya pada saat ia tak sanggup mengerjakan sesuatu, mengajaknya jalan-jalan, atau sekadar mengiakan semua hal yang ia butuhkan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Apalagi jika Mama Papa bekerja, yang otomatis membuat waktu bersama anak tak banyak. Dalam benak kita, tentu pada saat bersama anak, kita tidak ingin ada rengekan tangisan si kecil hanya disebabkan kita tidak menuruti keinginannya. We don’t want to ruin the fun! Kita tak ingin merusak kesenangan anak kan? Satu lagi, rasanya menuruti keinginan anak le bih mudah daripada berkata tidak. Semua alasan itu memang bisa dimaklumi, tetapi justru hal itu akan berdampak besar pada perkembang an anak ke depannya! Sadar atau tidak sadar, Mama Papa telah memanjakan si anak.

BERI KESEMPATAN Satu yang perlu kita ingat, tugas utama orangtua adalah mempersiapkan anak menghadapi dunia nyata. Dalam dunia nyata, tidak semua keinginan kita bisa terpenuhi. Meng ajari anak menghadapi kenyataan bahwa tak semua keingin annya terwujud bisa dimulai dari rumah, dengan tidak mengiakan secara langsung yang ia minta, dan bahwa semua ada prosesnya. Terlalu memanjakan anak memang akan terjadi pengaruh besar pada bagaimana anak tumbuh dewasa. Ini akan tampak pada perilaku keseharian anak.

Anak yang suka dimanjakan akan sangat bergantung kepada orangtua. Sebuah penelitian menunjukkan, orang dewasa muda yang sering dimanja pada masa kecilnya cenderung percaya jika “sendirian itu tidak bahagia.” Mereka menganggap sumber kebahagiaan dirinya adalah orang lain, bukan dirinya sendiri. Ini menunjukkan ketergantungan mereka pada kehadiran orang lain. Anak yang terlalu dimanja juga pada umumny akan kurang belajar mengenai bertanggung jawab.

Ia sulit memahami sampai mana batasan pada dirinya, dan cenderung melakukan semua hal habis-habisan. Ditambah dengan fakta, ada orangtua yang akan mengambil alih tanggung jawab anak. Alih-alih mengerjakan segala sesuatunya sendiri, si prasekolah malah terpola bahwa pada saat satu pekerjaan sulit ia lakukan, ia tinggal memanggil mamanya untuk minta dikerjakan karena ia tahu dan yakin, si mama pasti mau membantunya.

Bentuk Dukungan Penting Papa

Terkadang Mama juga akan mendapat keluhan gusi berdarah, kaki yang kram saat bangun tidur, hingga berat badan yang mulai naik secara signifikan. Perubahan-perubahan tersebut kadang membuat Mama risau dan mengeluhkannya pada Papa. Mohon Papa mendengarkan keluh an tersebut dengan sabar, ya.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Alih-alih menjauh dari Mama, berikan pada mama rasa aman dengan mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan dan tetap menunjukkan rasa akan ketertarikan pada Mama. Umpama, “Tenang saja, Ma, ini terjadi dikarenakan kehamilan kamu. Di mata Papa, Mama tetaplah menarik karena kamu itu ibunya anakku.” Kalimat-kalimat seperti ini, selain menenangkan Mama, juga akan menguatkan hubungan pernikahan di antara kedua pasangan. Sebaliknya, Mama sendiri juga perlu mawas diri. Jangan sampai keadaan dari kehamilan dijadikan alasan untuk membenarkan sikap untuk terlalu sering mengeluh.

Menyampaikan perasaan atau kondisi yang dialami selama hamil dengan jujur pada pasangan itu perlu, namun Mama juga perlu mengatur emosi agar relasi suami istri tetap dapat berjalan harmonis. Jika Mama tidak menyadari dari sikapnya yang terlalu banyak mengeluh, Papa dapat menyampaikannya pada Mama. Misalnya dengan kalimat, “Papa tahu Mama saat ini mengalami kesulitan dengan adanya kehamilan ini, Papa akan berusaha untuk membuat Mama menjadi merasa lebih nyaman. Tapi tolong bantu Papa juga dengan menyamankan diri Mama sendiri dan tidak terlalu banyak mengeluh.”

KEDUA: MEMBEKALI DIRI DENGAN INFORMASI SEPUTAR KEHAMILAN DAN PERSALINAN Memahami apa yang terjadi pada diri Mama dan calon buah hati selama 9 bulan kehamilan, juga apa yang akan dihadapi saat persalinan, akan membuat Papa lebih bisa mendukung Mama. Jika Mama curhat mengenai keluhan kehamilannya, maka dengan pengetahuan yang dimiliki, Papa pun bisa mengetahui apakah keluhan tersebut normal atau justru perlu diwaspadai.

 

Misalnya saja, bila Mama mengalami perdarahan, tentu saja harus segera berkonsultasidengan dokter obgin. Akan lebih baik lagi bila Papa ikut menjalin hubungan baik dengan dokter obginnya. Jika ada kondisi yang menimbulkan kecemasan dan perlu jawaban segera, Papa bisa langsung menghubungi dokter obgin melalui telepon meski di luar jam praktik. Ketika sedang dilanda kecemasan, pada umumnya Mama akan merasa panik dan tidak dapat berpikir, di situlah peran seorang Papa dibutuhkan untuk mengambil tindakan sekaligus membuat tenang Mama.

Sumber : pascal-edu.com